Senin, 08 Mei 2017
batik di kenakan sebagai busana yang sering di kenakan oleh para orang tua untuk njagong (acara hajatan) atau acara tertentu saja.
seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi serba cepat tentunya, batik sekarang sudah tak lagi di kenakan saat upacara pernikahan atau upacara yang lainya. banyak produk batik yang berfariasi harga dan berkualitas, tergantung jenis bahan pewarnaanya dan lamanya proses pembuatanya saja yang membuat selembar kain bermotif bernilai jual lebih.
dari segi motif yang mengandung makna yang sangat berarti seperti hlnya motif bunga telang, kecombrang, mangrove, batang pohon, kewanan, nuansa pegunugan, lautan, wayang,kebun dan lain lain.
Sabtu, 18 Februari 2017
Membedakan Batik Tulis dengan Printing
Minggu, 15 Januari 2017
Batik pewarna alami
Batik alami saat ini sudah menjadi incaran untuk para penggemarnya, mulai dari masyarakat kalangan menengah kebawah hingga menengah ke atas dan turis mancanegara. Selain motifnya yang cantik nan elok, warna yang di hasilkan pun tidak terlalu mencolok. Ini karena bahan yang digunakan merupakan dari ekstraksi kulit pohon, buah, daun, bahkan dari total pohonnya.
Dari beberapa senior yang saya temui di desa saya sendiri, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten kebanyakan warganya adalah pembatik. Walaupun begitu tidak semuanya warga mengunakan pewarnaan alami. Masih banyak yang mengunakan warna sintetik karena pewarnaan alami selain prosesnya yang rumit, proses pengerjaannya juga lumayan panjang dibandingkan penggunaan warna sintetik.
Batik pewarna alami dari segi kenyamanan dan kesehatan pun sudah tak diragukan lagi oleh pemakainya. Dari harga yang standar hingga harga yang lumayan. Tergantung apa jenis bahan kain yang digunakan. Itu kenapa batik alami sangat diminati.
